.

Showing posts with label kisah teladan. Show all posts
Showing posts with label kisah teladan. Show all posts

Wednesday, 30 March 2011

Ulat beri pengajaran kepada Nabi Daud

Dalam sebuah kitab Imam Al Ghazali menceritakan, pada suatu hari ketika Nabi Daud a.s. sedang duduk di suraunya sambil membaca kita AzZabur, secara tiba-tiba beliau terpandang seekor ulat merah yang bergerak di atas debu.

Lalu, Nabi Daud berkata pada dirinya
Nabi Daud :,"Apa yang dikehendaki Allah dengan ulat ini?"

Sebaik sahaja Nabi Daud selesai berkata demikian kepada dirinya, maka Allah pun mengizinkan ulat merah itu untuk berkata-kata.

Ulat Merah: Wahai Nabi Allah! Allah SWT telah mengilhamkan kepadaku untuk membaca,

"SUBHANALLAH WALHAMDULILLAHI WALA ILAAHA ILLALAAHU WALLAHU AKHBAR" SERIBU(1000) KALI. setiap hari.
                                       Dan pada malamnya pula, Allah mengilhamkanku membaca;
"ALLAHUMMA SHOLLIY 'ALA MUHAMMADIYN ANNABIYYIL UMMIYYI WA 'ALA AaLIHI WA SHOHBIHI WA SALLIM' setiap malam SERIBU(1000) KALI.

Selepas ulat merah itu berkata demikian, maka ia pun bertanya kepada Nabi Daud;

Ulat Merah: Apakah yang dapat kamu katakan kepadaku supaya aku dapat faedah darimu?"

Akhirnya, Nabi Daud menyedari akan kesilapannya kerana memandang remeh akan ulat berkenaan dan beliau berasa sangat takut akan Allah SWT maka  Nabi Daud pun bertaubat dan menyerah diri kepada Allah.

Begitulah sikap Nabi a.s. apabila mereka menyedari kesilapan yang telah dilakukan maka dengan segera mereka akan bertaubat dan menyerah diri kepada Allah SWT.

Kisah yang berlaku pada zaman para nabi bukanlah untuk kita ingat sebagai bahan sejarah, tetapi hendaklah kita jadikan teladan supaya kita jadikan sebagai teladan supaya kita tidak memandang rendah kepada apa sahaja makhluk Allah yang berada di bumi yang bersama-sama kita tumpangi ini.

Sumber :  Pedoman

Tuesday, 29 March 2011

KISAH BENAR PEMUDA ARAB BELAJAR DI USA

 Kisah Benar Pemuda Arab Belajar di Amerika

Asallammualaikum wbt,

Ada seorang pemuda arab yang baru saja menyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya. Selain belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika, ia berkenalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mereka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah SWT memberinya hidayah masuk Islam.

Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampong tersebut. Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja. Mula-mula ia keberatan, namun karena desakan akhirnya pemuda itu pun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka. Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghormatan lantas kembali duduk.

Di saat itu, si pendeta agak terbeliak ketika melihat kepada para hadirin dan berkata, "Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini." Pemuda arab itu tidak bergerak dari tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergerak dari tempatnya. Hingga akhirnya pendeta itu berkata, "Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya. " Barulah pemuda ini beranjak keluar.

Di ambang pintu, pemuda bertanya kepada sang pendeta, "Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang muslim." Pendeta itu menjawab, "Dari tanda yang terdapat di wajahmu." Kemudian ia beranjak hendak keluar. Namun, pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini dengan mengajukan beberapa pertanyaan, tujuannya untuk memalukan pemuda tersebut dan sekaligus mengukuhkan ugamanya. Pemuda muslim itupun menerima tentangan debat tersebut.

Pendeta berkata, "Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menjawabnya dengan tepat."Si pemuda tersenyum dan berkata, "Silakan!

Sang pendeta pun mulai bertanya, "

1.Sebutkan satu yang tiada duanya,
2.dua yang tiada tiganya,
3.tiga yang tiada empatnya,
4.empat yang tiada limanya,
5.lima yang tiada enamnya,
6.enam yang tiada tujuhnya,
7.tujuh yang tiada delapannya,
8.delapan yang tiada sembilannya,
9.sembilan yang tiada sepuluhnya,
10.sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh,
11.sebelas yang tiada dua belasnya,
12.dua belas yang tiada tiga belasnya,
13.tiga belas yang tiada empat belasnya.
14.Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh!
15.Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya?
16.Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga?
17.Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyukainya?
18.Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu!
19.Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api?
20.Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yang diadzab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu?
21.Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar!
22.Pohon apakah yang mempunyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?"
Mendengar pertanyaan tersebut, pemuda itu tersenyum dengan keyakinan kepada

Allah. Setelah membaca bismalah ia berkata,

1.Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.

2.Dua yang tiada tiganya ialah Malam dan Siang. Allah SWT berfirman, "Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami)." (Al-Isra': 12).

3.Tiga yang tiada empatnya adalah kesilapan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.

4.Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur'an.

5.Lima yang tiada enamnya ialah Solat lima waktu.

6.Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah Hari ketika Allah SWT menciptakan makhluk.

7.Tujuh yang tiada delapannya ialah Langit yang tujuh lapis. Allah SWT berfirman, "Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang." (Al-Mulk: 3).

8.Delapan yang tiada sembilannya ialah Malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah SWT berfirman, "Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat men-junjung 'Arsy Rabbmu di atas (kepala) mereka." (Al-Haqah: 17).

9.Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu'jizat yang diberikan kepada Nabi Musa yaitu: tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang.*

10.Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah Kebaikan. Allah SWT berfirman, "Barang siapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat." (Al-An'am: 160).

11.Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah Saudara-Saudara Nabi Yusuf .

12.Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah Mu'jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah, "Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, 'Pukullah batu itu dengan tongkatmu.' Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air." (Al-Baqarah: 60).

13.Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah Saudara Nabi Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.

14.Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Subuh. Allah SWT ber-firman, "Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing. " (At-Takwir: 18).

15.Kuburan yang membawa isinya adalah Ikan yang menelan Nabi Yunus AS.

16.Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Nabi Yusuf , yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, "Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlumba-lumba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala." Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka, " tak ada cercaan terhadap kamu semua." Dan ayah mereka Ya'qub berkata, "Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Yusuf:98)

17.Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara Keledai. Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai." (Luqman: 19).

18.Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapa dan ibu adalah Nabi Adam, Malaikat, Unta Nabi Shalih dan Kambing Nabi Ibrahim.

19.Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah SWT berfirman, "Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim." (Al-Anbiya':69).

20.Makhluk yang terbuat dari batu adalah Unta Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua).

21.Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah Tipu Daya wanita, sebagaimana firman Allah SWT? "Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar." (Yusuf: 28).

22.Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah Tahun, Ranting adalah Bulan, Daun adalah Hari dan Buahnya adalah Solat yang lima waktu, Tiga dikerjakan di malam hari dan Dua di siang hari.

Pendeta dan para hadirin merasa takjub mendengar jawapan pemuda muslim tersebut. Kemudian ia pun mula hendak pergi. Namun ia mengurungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini disetujui oleh pendeta. Pemuda ini berkata, "Apakah kunci surga itu?"

Mendengar pertanyaan itu lidah pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rupa wajahnya pun berubah. Ia berusaha menyembunyikan kekuatirannya, namun tidak berhasil. Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mendesaknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun ia cuba mengelak.

Mereka berkata, "Anda telah melontarkan 22 pertanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab, sementara ia hanya memberi cuma satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya! "

Pendeta tersebut berkata, "Sesungguh aku tahu jawapan nya, namun aku takut kalian marah."

Mereka menjawab, "Kami akan jamin keselamatan anda. " Pendeta pun berkata, "Jawabannya ialah: Asyhadu An La Ilaha Illallah Wa Wa Aasyhadu Anna Muhammadar Rasulullah."

Lantas pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu terus memeluk agama Islam. Sungguh Allah telah menganugerahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa.**

* Penulis tidak menyebutkan yang kesembilan (pent.)

** Kisah nyata ini diambil dari Mausu'ah al-Qishash al-Waqi'ah melalui

internet, www.gesah.net

ROSMALIA ROSLI

QA/PPC

DRB-HICOM DEFENSE TECHNOLOGIES SDN BHD

Sunday, 27 March 2011

WARAK

Selalunya orang yang sentiasa menundukkan pandangan, berjalan tunduk dan banyak diam disebut orang warak. Hakikat warak yang sebenar ialah menjauhi perkara maksiat dan menjaga diri dari yang syubhat kerana takut terjatuh kepada yang haram.

1. Pada suatu hari Sayyidina Abu Bakar As Siddiq makan sejenis makanan. Kemudian dia mendapat tahu yang bahan makanan itu tidak jelas halal atau haramnya. Lalu dia menjolok tekaknya dan memuntahkan segala makanan itu.

2. Abu Soleh yang sedang sangat lapar terjumpa sebiji epal yang hanyut di sungai lalu memakannya.
Kemudian dia tersedar bahawa buah epal itu tentu datang dari kebun yang ada pemiliknya. Dia menemui tuan punya kebun itu untuk minta maaf. Tuan kebun itu mengenakan syarat agar dia bekerja dengannya selama 10  tahun. Abu Soleh akur bekerja dengan taatnya. Cukup 10 tahun, tuan kebun itu mengenakan syarat pula iaitu Abu Soleh mestilah mengahwini anaknya yang "lumpuh, buta, tuli  dan bisu".Syarat itu sangat berat bagi Abu Soleh, tetapi kerana mengharapkan agar dihalalkan epal yang dimakannya dulu, dia menerimanya. Rupa-rupannya anak gadis tuan kebun itu seorang wanita rupawan. Dia dikatakan lumpuh, buta , tuli dan bisu kerana dia tidak pernah membuat, melihat, mendengar atau bercakap perkara-perkara maksiat.

3.Ibrahim Bin Adham r.h.m terpaksa kembali  semula dari Jurusalem ke Basrah (Iraq) untuk mengembalikan sebiji korma yang jatuh dalam timbangan korma yang dibelinya, yang ia terlupa hendak mengembalikan ketika korma itu ditimbang.

4. Khalifah Umar Abdul Aziz pernah memukul anak kecilnya apabila mendapati anak kesayangannya itu memakan epal milik Baitul Mal. Katanya "Aku terasa seperti memukul jantung hatiku sendiri" Lalu dia pergi ke pasar dan membeli epal untuk anaknya.